LINGKUNGAN BASIS DATA

Tujuan utama dari system basis data adalah menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan. Lebih jauh lagi, jika sebuah basis data merupakan suatu sumber  yang bisa digunakan bersama maka setiap pamakai membutuhkan pandangan yang bebeda-beda terhadap data di dalam basis data.

Tiga Tingkatan Arsitektur Basis data ANSI-SPARC

Ada tingkat dalam arsitektur basis data yang bertujuan membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik. 3 tingkatan arsitektru basis data :

  1. Tingkatan Eksternal (External Level)
  2. Tingkatan Konseptual (Conseptual Level)
  3. Tingkatan Internal (Internal Level)

Contoh : sebuah file Pegawai yang akan didefinisikan

Tingkat Eksternal (External Level) :

Cobol

01 PEG_REC.

02 PEG_NO                       PIC X(6)

02 DEPT_NO                      PIC X(4)

02 GAJI                 PIC 9(6)

Tingkat Konseptual (Conseptual Level)

PEGAWAI

NOMOR_PEGAWAI CHARACTER  6

NOMOR_DEPT                       CHARACTER  4

GAJI                           NUMERIC       6

Tingkat Internal (Internal Level) :

FILE_PEGAWAI                      LENGTH = 22

PREFIX                         TYPE = BYTE (6), OFFSET = 0

EMP#                          TYPE = BYTE (6), OFFSET = 6, INDEX = EMPX

DEPT#                         TYPE = BYTE (4), OFFSET = 12

PAY                             TYPE = FULLWORD, OFFSET = 16

Data sub language adalah subset  bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (Cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setiap penggunaan basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.

Dalam basis data secara umum dikanal 2 data sub language :

  1. Data Definition Language (DDL)
  2. Data Manipulation Language (DML)

Ada 2 jenis DML :

  1. 1. Procedural DML

Digunakan untuk mendefinisikan data yang diolah dan perintah yang akan dilaksanakan.

  1. 2. Non Procedural

Digunakan untuk menjawab data yang digunakan tanpa menyebutkan bagaimana cara pengambilannya.

DBMS mempunyai tugas untuk menangani  semua bentuk akses kepada basis data, secara konsep :

  1. Pengguna manyatakan permintaan akses manggunakan DBMS
  2. DBMS manangkap dan mengiterpretasikan
  3. DBMS mencari :

–          Eksternal / conceptual mapping

–          Conceptual schema

–          Konseptual / internal mapping

–          Internal schema

  1. DBMS malksanakan operasi yang diminta terhadap basis data tersimpan.

Proses 1 s/d 4 dapat dilakukan secara interactive atau decompile dulu.

Model Data

Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi.

Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.

  1. Model Data Berbasis Objek

Menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas.

  1. Model Data Berbasis Record

Basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk ysng tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya.

Data Independence

Ada 2jenis data Independence, yaitu :

  1. Physical Data Independence

Bahwa Internal Schema dapat diubah oleh DBA tanpa mengganngu conceptual schema.

  1. Logical Data Independence

Bahwa Conceptual Schema dapat diubah oleh DBA tanpa mengganggu  external schema.

Bahasa Dalam DBMS

DBMS adalah kumpulan program uang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub Language.

Fungsi DBMS

Layanan-layanan yang sebaiknya disediakan oleh database management system adalah :

  1. Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data.
  2. Katalog yang dapat diakses pemakai.
  3. Mendukung Transaksi.
  4. Melayani control concurrency.
  5. Melayani Recovery
  6. Melayani autoritasi
  7. Mendukung komunikasi data
  8. Melayani integrity
  9. Melayani data independence

10.  Malayani utility

Komponen DBMS

  1. Query Processor
  2. Database Manager
  3. File Manager
  4. DML Preprocessor
  5. DDL Compiler
  6. Dictionary Manager

Komponen software utama database manager adalah :

  1. Aithorization Cotrol
  2. Command Processor
  3. Integrity Checker
  4. Quey Optimizer
  5. Transaction manager
  6. Scheduler
  7. Recovery Manager
  8. Buffer manager

Arsitektur DBMS Multi User

Teleprocessing

Arsitektru tradisional untuk system multi user adalah teleprocessing, dimana satu computer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal.

File-Server

Proses di distribusikan ke dalam jaringan sejenis LAN (Local Area Naetwork). File server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS.

Kerugian arsitektur file-server adalah :

–          Terdapat lalulintas jaringan yang besar

–          Masing-masing workstation mambutuhkan copy DBMS

–          Kontrol terhadap Concurrency, Recovery, dan Integrity menjadi lebih kompleks karena sejumlah DBMS mengakses file secara bersamaan

Client Server

Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektru client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk system. Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan clent dan server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain.

Dalam konteks basis data, client mengatur interfaceberfungsi sebagai workstation tempat menjalankan aplikasi basis data.

Data Dictionary

Data dictionary adalah tempat penyimpanan informasi yang menggambarkan data dalam basis data. Data dictionary biasa disebut juga dengan metadata atau data mengenai data.

Untuk mengerjakan pemeriksaan tersebut data dictionary menyimpan :

Nama-nama pemakai yang mempunyai wewenang untuk menggunakan DBMS

Nama-nama data item yang ada dalam basis data

Data item yang dapat diakses oleh pemakai dan jenis akses yang diijunkan, misalnya : insert, update, delete, atau red

Sedangkan untuk memeriksa integritas data, data dictionary menyimpan :

Nama-nama data item dalam basis data

Jenis dan ukuran data item

Batasan untuk masing-masing data item

Sistem data dictionary dapat dibedakan atas system aktif dan pasif. Sistem aktif selalu konsisten dengan struktur basis data Karen secara otomatis dekerjakan oleh system. Sebaiknya, system pasif tidak konsisten terhadap perubahan basis data yang dilakukan oleh pemakai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: